Databola.net – Dua pelatih jenius di dunia sepak bola akan bertemu akhir pekan ini di final Liga Champions. Zinedine Zidane dan Real Madrid akan melawan Jurgen Klopp dan Liverpool, Minggu (27/5) dini hari WIB di Kiev, Ukraina.

Menukil marca, meskipun sama-sama jenius, Zidane dan Klopp menempuh jalan yang berbeda untuk sampai di titik ini. Zidane dikenal sebagai pesepak bola hebat pada masanya, dia pun pernah mencetak salah satu gol terbaik sepanjang masa.

SITUS JUDI BOLA

Final Liga Champions 2018: Zidane vs Klopp

Pula, Zidane menghabiskan masa belajarnya di Real Madrid dengan melatih tim Castilla, dia pun mendapatkan gelar juara saat menjadi asisten Carlo Ancelotti. Zidane sendiri tidak langsung menempuh karier kepelatihan setelah pensiun sebagai pemain.

Berbeda dengan Zidane, Klopp justru langsung menjadi pelatih begitu menggantung sepatu. Pria berdarah Jerman ini memulai karier di Mainz 05 pada 2001 silam dan bekerja perlahan sampai mendapatkan kesuksesan di Borussia Dortmund dan sekarang di Liverpool.

baca juga : REAL MADRID LEBIH MENGINGINKAN GELAR JUARA KETIMBANG LIVERPOOL

Adapun salah satu perbedaan Klopp dari Zidane adalah nasib buruknya di laga final kompetisi Eropa. Bersama Dortmund, Klopp kalah di final Liga Champions 2013 dari Bayern Munchen. Dan di tahun 2016 dia gagal membawa Liverpool menjuarai Liga Europa setelah ditaklukkan Sevilla.

SITUS JUDI BOLA

Sebaliknya, Zidane berhasil menjuarai semua final Eropa sejauh ini dan belum pernah tersingkir dari fase gugur Liga Champions sebagai pelatih kepala. Dia pun berpeluang memperpanjang rekor apiknya jika berhasil membawa Madrid menjuarai Liga Champions musim ini.

baca juga : KLUB REAL MADRID LEBIH DARI SEKADAR CRISTIANO RONALDO

Lebih lanjut, salah satu perbedaan paling mencolok dari keduanya adalah gaya melatih dan gaya membimbing tim di tepi lapangan saat pertandingan berlangsung. Zidane adalah pelatih yang lebih banyak diam dan berbicara langsung kepada pemainnya di ruang ganti. Sedangkan Klopp adalah revolusioner yang selalu menggebu-gebu di tepi lapangan untuk mendukung timnya bermain.

Pada akhirnya, jalur yang mereka lalui menuju Kiev mungkin memang jauh berbeda, tapi mereka saat ini mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk bertarung dan saling mengalahkan satu sama lain untuk pertama kalinya.